Hukum Dalam Islam Serta Fatwa Fatwa Ulama

Kerohanian

Di Posting Oleh Charderra Eka Bagas Sanjaya kategori Kerohanian

Di Posting 1 month ago
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga tugas ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Dan Dapat Memenuhi Sebagai syarat Penilaian

Pengantar:

- Pengertian Hukum Islam Menurut Ulama dan Ahli

1. Abdul Ghani Abdullah 
     Hukum islam menurut Abdul Ghani Abdullah ia Menjelaskan tidak hanya mengatur antara manusia dengan Tuhannya saja. tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Juga mengatur antara hubungan manusia dengan alam semesta.

-Sumber Sumber Hukum Di dalam Islam
 Maksud Dan Tujuan kehadiran hukum dalam islam yaitu Untuk Menyatukan Perbedaan, mengingat masih banyak yang salah paham yang dapat memicu perbedaan Pendapat, Konflik, serta Pemahaman Radikal .

 Maka Dari Itu , Hukum Islam hadir untuk Menjadi penengah ,  sumber hukum islam yang digunakan, mengacu sebagai berikut.

 1. Al-Quran
Sumber hukum islam yang paling dasar adalah Al Qur’an. Sebagai kitab suci umat muslim, tentu saja Al Qur’an sebagai tiang dan penegak. DImana Al Qur’an pesan langsung Dari Allah SWT yang diturunkan lewat Malaikat Jibril. Kemudian Jibril menyampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. 

Muatan Al Qur’an berisi tentang anjuran, ketentuan, larangan, perintah, hikmah dan masih banyak lagi. Bahkan, di dalam Al Quran juga disampaikan bagaimana masyarakat yang berakhlak, dan bagaimana seharusnya manusia yang berakhlak.

2. Hadist
Hadis merupakan pesan, nasihat, perilaku atau perkatan Rasulullah SAW. segala sabda, perbuatan, persetujuan dan ketetapan dari Rasulullah SAW, akan dijadikan sebagai ketetapan hukum islam.
   Hadits mengandung aturan-aturan yang terperinci dan segala aturan secara umum. Muatan hadits masih penjelasan dari Al-Qur’an.  Perluasan atau makna di dalam masyarakat umum, hadits yang mengalami perluasan makna lebih akrab disebut dengan sunnah.

3. Ijma'
Ijma’ dibentuk berdasarkan pada kesepakatan seluruh ulama mujtahid. Ulama yang di maksud di sini adalah ulama setelah sepeninggalan Rasulullah SAW. 
Kesepakatan dari para ulama, Ijma’ tetap dapat dipertanggungjawabkan di masa sahabat, tabiin dan tabi’ut tabiin. Kesepakatan para ulama ini dibuat karena penyebaran Islam sudah semakin meluas tersebar kesegala penjuru. 

Tersebarnya ajaran islam inilah pasti ada perbedaan antara penyebar satu dengan yang lainnya. nah, kehadiran ijma’ diharapkan menjadi pemersatu perbedaan yang ada.

4. Qiyas
Qiyas adalah sumber hukum yang menjadi penengah apabila ada suatu permasalahan. Apabila ditemukan permasalahan yang tidak ditemukan solusi di Al-Quran, Hadits, Ijma’ maka dapat ditemukan dalam qiyas. 

Qiyas adalah menjelaskan sesuatu yang tidak disebutkan dalam tiga hal tadi (Al-quran, hadits dan Ijma’) dengan cara membandingkan atau menganalogikan menggunakan nalar dan logika



- Fatwa MUI Tentang Penyelenggaran  IBADAH DALAM SITUASI TERJADI WABAH COVID-19

Dikutip Dari Sumber Website MUI , Beberapa Fatwanya Yaitu :

  1. Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkannya terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).
  2. Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur di tempat kediaman, karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/ rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.  
  3. Orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 
  4. Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.
Pendapat Saya Dengan Fatwa tersebut yaitu untuk memberikan Kesehatan kepada seluruh masyarakat khususnya untuk Umat Muslim di Indonesia maka sementara seluruh kegiatan ibadah di masjid di batasi , Boleh saja sebagai ikhtiar dalam keadaan Pandemi di Indonesia 
Alasan Hukum nya terdapat dalam Al-Quran tentang Ikhtiar pantang Menyerah dari segala Kondisi Terdapat dalam Qs Yusuf:87

"Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (surat Yusuf ayat 87).
Kesimpulan :

Sumber Sumber Hukum Didalam Islam berguna Untuk Mengatur kehidupan beragama bagi umat islam serta mengatur dari kesalahpahaman pendapat yang dapat memicu konflik sendiri, maka dari itu Hukum islam hadir untuk menengahi jalur damai

Sekian Dari saya
Wasallamualaikum Wr. Wb