Masjid dan Perannya

Kerohanian

Di Posting Oleh Sadat Ardiansyah kategori Kerohanian

Di Posting 4 weeks ago
Puji dan syukur selalu kita kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu memberikan nikmat kasih dan sayang-Nya kepada kita. Memberikan hidayah bagi manusia, dan selalu menaungi manusia dengan kasih dan sayang-Nya, khususnya kepada penulis. Sehingga Penulis mampu menyelesaikan tugas ini. walaupun di dalamnya masih banyak kesalahan, kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan adalah hanyak milik Allah SWT. Tapi mudah-mudahan ini menjadi hal yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan, Amiin.

Pada dasarnya Hari raya adalah semua hari yang di dalamnya terdapat sekumpulan orang yang merayakannya, khususnya untuk agama-agama yang mempunyai perayaan-perayaan hari raya besar ataupun kecil. Misalnya dalam agama Islam terdapat hari raya besar yaitu Hari Raya Idul Fitri, yang selalu dilaksanakan secara berulnag-ulang di setiap tahunnya dengan semangat kegembiraan, kebahagiaan, keceriaan, kesedihan dan senyum canda yang baru. Hari Raya Idul Fitri ialah hari raya kaum muslimin yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal (sesudah berakhirnya Ramadhan).

Mayoritas umat Islam mengartikan Idul Fitri dengan arti "kembali menjadi suci". Apabila ditinjau ulang kembali, pendapat yang mengartikan Idul Fitri dengan "kembali suci" tidak sepenuhnya benar, karena kata Al-fitr apabila diartikan dengan "suci" tidaklah tepat. Sebab kata "suci" dalam bahasa Arabnya adalah al-Qudds atau subhana. Bisa jadi, pengertian tersebut banyak didasari dari kerancuan pemaknaan kata Fitr yang terdapat dalam kalimat tersebut. Biasanya kata Fitr oleh mereka dihubungkan dengan ayat Al-Qur'an surah al-Araf ayat 172.

Idul Fitri merupakan satu momen bagi kehidupan manusia guna memperbaiki posisinya dalam mengurangi perjalanan hidup di dunia yaitu, bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Perayaan Idul Fitri memang melambangkan upaya manusia untuk menyadari fitrahnya sekaligus menyadari berapa Maha Besarnya Allah, Maha Suci dan Maha Perkasa. Jadi ornag-orang beriman menangkap makna Iduk Fitri sebagai hari kemanusiaan universal yang suci. Manusia adalah suci, dan harus berbuat suci kepada sesamanya.

Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan, umat Islam melakukan sebuah tradisi sungkem khususnya antar keluarga. Hal tersebut mempunyai makna agar dosa-dosanya bisa hilang dan dihapuskan dengan saling maaf dan memaafkan dengan penuh rasa keikhlasan. Selain kepada Keluarga juga kepada para kerabat, sahabat, teman, guru serta para warga yang ada di sekitarnya. Dengan itu, di hari setelah perayaannya umat Islam bisa melakukan intropeksi diri dengan membenahi sifat-sifat yang buruk dan merubahnya untuk menjadi yang lebih baik.

Dosa-dosa yang telah diperbuat baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja bisa hilang antar sesama dengan saling memaafkan, karena manusia sifatnya hidup secara sosial jadi acap kali tanpa sengaja manusia melakukan kesalahan antar sesamanya baik dari perkataan dan perbuatan. Ini akan sangat membekas sekali rasanya untuk umat Islam pada waktu merayakan Hari Raya Idul Fitri. 

Idul Fitri mempunyai dimensi sosial yang sangat besar khususnya dimensi kekeluargaannya. Pada hari itu, semua merasakan dorongan yang sangat kuat untuk bertemu dengan Ayah, Ibu, Anak, Kakek, Nenek, saudara-saudara yang lain, masyarakat dan kampung halamannya untuk bersama-sama merayakat Hari Raya Idul Fitri.

Memasuki datangnya Hari Raya Idul Fitri aktivitas dan mobilitas masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam rangka mempersiapkan diri untuk merayakan hari yang dinanti-nantikan tersebut. Bagi mereka yang bekerja mencari nafkah di luar kota yang jarang sekali untuk pulang dan bertemu dengan keluarganya, pasti merasa ingin pulang dan bertemu dengan keluarganya. Begitu juga sebaliknya, bagi keluarga yang ditinggalkan saudaranya untuk bekerja dan mencari nafkah diluar kota, sangat mengharapkan kepulangan saudaranya dengan selamat sampai tujuannya untuk bertemu dan bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri. Karena hanya dengan suasana keakraban dalam kekeluargaan dan bermasyarakat itu Idul Fitri dapat dirasakan sepenuh-penuhnya dengan makna yang sangat dalam dan berarti.

Sebelum hari Idul Fitri dilaksanakan, umat Islam juga diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Hal tersebut juga mengandung makna sosial yang tinggi, karena bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri tiba, tidak ada lagi orang-orang yang meminta atau mengemis untuk mencukupi kebutuhannya karena umat Islam sudah bersama-sama diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk saling melengkapi kebutuhannya.

Selain itu Idul Fitri juga mempunyai makna perekonomian yang sangat besar sekali bagi masyarakat khususnya bagi para orang-orang yang mencari penghasilan dengan berjualan berbagai macam kebutuhan pokok pada hari-hari menjelang perayaan Idul Fitri di laksanakan, seperti baju-baju baru, bahan-bahan makanan dan lain-lain. 

 Jadi Bisa disimpulkan bahwa Idul Fitri bisa diartikan dengan sebuah hari perayaan dan tradisi yang dilakukan secara berulang dalam setiap tahunnya dengan berbagai ketentuan untuk mencapai hari tersebut.

LAPORAN PANITIA PHBI IDUL FITRI 1441 H 2020

MASJID AL-MARJAN RW 08 KABUPATEN TANGERANG, GELAM JAYA

Sebagai pertanggung jawaban kepada Jamaah, Panitia Hari-Hari Besar Islam Masjid Al-Marjan Perumahan Permata Tangerang  RW 08 Kelurah Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, dalam hal ini  PHBI Ramadhan dan “idul Fitri  1441 H / 2018 M  menyampaikan laporannya sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat iman, Islam, kesehatan dan kerja keras Panitia PHBI Masjid Al-Marjan sehingga berjalan  dengan baik pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri  tahun 1441 H. Shalawat dan  salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh ummatnya hingga akhir zaman termasuk kita segenap Panitia PHBI beserta Jamaah Masjid Al-Marjan akan memperoleh syafaatnya di akherat nanti.  Amin Ya Robbal ‘Alamiin.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Panitia Hari-Hari Besar Islam Masjid Al-Marjan Perumahan Permata Tangerang Blok Da Rw 08 telah dilaksanakan kegiatan Idul Fitri 1441 H.

II. TUJUAN

  1. Laporan Panitia PHBI Ramadhan dan Idul Fitri ini sebagai pertanggungjawaban Ketua Panitia kepada Masjid Al-Marjan dan Jamaah Masjid Al-Marjan Perumahan Permata Tangerang Blok Da RW 08 Kelurahan Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.
  2. Laporan Panitia PHBI Ramadhan dan Idul Fitri ini juga sebagai dokumen perpusatakaan masjid dan bahan masukan/rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun tahun mendatang.
III.  PERSIAPAN

  1. Didahului dengan pembentukan Panitia PHBI Ramadhan dan ‘Idul Fitri melalui musyawarah Takmir Masjid Al-Marjan dan terpilih Bapak Lamri sebagai Ketua Panitia PHBI Ramadhan dan ‘Idul Fitri tahun 1441 H / 2020 M.
  2. Kemudian Ketua Panitia, Bapak Lamri menyusun penyempurnaan Susunan Panitia PHBI Ramadhan dan ‘Idul Fitri tahun 1441 H / 2020 M.
  3. Menyusun jadwal Rencana Kegiatan Panitia PHBI Idul Fitri 1441 H/ 2020.
IV. PELAKSANAAN

  1. Kegiatan Ramadhan meliputi :
a. Mendirikan sholat Lima Waktu berjamaah dengan imam Ustadz yang telah diatur Masjid Al-Marja.

b. Mendirikan Sholat Tarawih dan Sholat Witir berjamaah.

c. Ceramah/ Kultum singkat ramadhan dilaksanakan sesudah sholat ‘Isa dan Kultum ba’dha Subuh.

d. Pembacaan / Tadarus Al Qur’an ba’dha sholat taraweh dan ba’dha sholat subuh.

e. Menyelenggarakan ‘Itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

2. Kegiatan Zakat, Infak, Shodakoh dan Fidyah, pelaksanaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Fidiyah sebagai Koordinator Bapak H. Supriadi

3. Kegiatan Idul Fitri : Setelah penetapan hari (Sabtu, 23 Mei 2020) adalah 1 Syawal 1441 H maka setelah ba’dha sholat maghrib dan sholat Isya’ takbir dikumandangkan di Masjid Al-Marjan Komplek Perumahan Permata Tangerang RW 08 Kelurahan Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis.

Dalam pelaksanaan sholat ‘Idul Fitri sebagai Khotib Ustadz  Dr. Muhammad Adi, MHI dengan Tema “ PUASA DAN KESUCIAN PRIMORDIAL “ dan Imam sholat Idul Fitri Ustadz Syaiful Umam.

V. KESIMPULAN DAN EVALUASI

  1. Saldo dari kegiatan tersebut diatas untuk Infaq dan Shodaqoh dimasukan di Kas Masjid dipergunakan untuk operasional Masjid Al-Marjan, sedangakan Kotak Amal Sholat Idul Fitri digunakan untuk kegiatan PHBI Idul Fitri Tahun depan.
  2. Evaluasi terhadap Sound System yang berada di Pos I perlu adanya perhatian karena tidak berfungsi maka sebagai bahan masukan dalam menyusun kegiatan PHBI selanjutnya.
  3. Diusulkan perlu ditingkatkan koordinasi antara petugas bantuan tenaga perlengkapan dengan Koordinator perlengkapan Sholat agar bisa berjalan dengan baik.
  4. Di Mimbar perlu disediakan kursi untuk Khotib.
  5. Shoft Sholat laki – laki yang terakhir terlalu dekat dengan Shoft terdepan wanita maka kedepan perlu dipertimbangkan jaraknya ditambah.
  6. Honor Petugas tenaga bantuan dan keamanan agar yang menyerahkan Koordinator Perlengkapan Sholat dengan harapan bisa terjadi komunikasi yang baik diantara keduanya.
Demikian laporan ini dibuat sebagai Pertanggungjawaban Panitia, atas perhatiannya  diucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

PANITIA PERINGATAN HARI BESAR ISLAM

IDUL FITRI 1441 H / 2020 M